Ratusan Nelayan Kepung KIP Saat Sedang Beroperasi Di Teluk Kelabat

oleh -6 views

Penulis: La Ode M. Murdani

TINTABERITABABEL.COM, BANGKA BARAT Sebanyak 400 masyarakat nelayan yang tergabung dari dua belas (12) desa mendatangi Kapal Isap Produksi (KIP) KIM KIM, GT 398 Nomor: 3072/Psl mitra PT Timah Tbk di perairan Teluk Kelabat, kecamatan Parittiga, kabupaten Bangka Barat, Rabu (03/11/2021) pukul 13.00 WIB.

Mereka menuntut agar kegiatan KIP di perairan Teluk Kelabat tidak beroperasi dan pergi dari perairan mereka. Menurut Nelayan kegiatan KIP Sangat berdampak bagi mata pencarian mereka sebagai nelayan pesisir.

Sejumlah Nelayan saat mendatangi, KIP KIM KIM, Foto: La Ode M. Murdani

“Saya ini bawah anak istri saya pak, biar orang PT. Timah ini tahu ini lah anak istri saya yang saya nafkahi setiap hari dari hasil tangkapan nelayan saya,”kata Salah satu Nelayan saat di temui di perairan Teluk Kelabat.

Ketua Forum Nelayan Gabungan Marjono  mengatakan, bahwa pertemuan yang pihaknya adakan di kantor Gubernur tidak gunanya dan PT. Timah ingkar janji.

Sejumlah nelayan saat berhadapan dengan pihak PT. Timah Tbk, Foto: La Ode M. Murdani

“Kita disini hadir sebagai bentuk tanggungjawab kelestarian lingkungan yang ada di perairan Teluk Kelabat Dalam, Kita bukan menginginkan kompensasi KIP dan hanya ingin KIP tidak operasi di perairan kami, Percuma rapat yang adakan di kantor Gubernur, ternyata PT Timah ingkar janji,”ucapnya.

Senada Ketua Nelayan Wisnu, kepada Media ini mengatakan, pihaknya hadir sebagai bentuk solidaritas sesama nelayan yang terbentuk dalam forum yang resmi.

“Kita bukannya ikut campur tangan terkait permasalahan masuknya KIP di perairan Bakik yang notabene masuk wilayah Bangka Barat. Tetapi perlu dicatat bahwa Teluk Kelabat bukan hanya milik warga Bakik, tapi milik orang banyak, Kami minta supaya KIP saat ini juga keluar dari Teluk Kelabat, karena wilayah ini termasuk zona tangkap nelayan dan pariwisata,”ujarnya.

TNI AL, Posmat Jebus saat ikut melakukan pengawasan KIP yang akan di datangi para Nelayan. Foto: La Ode M. Murdani

Masih dikatakan Wisnu, aksi ini dilakukan nelayan dan masyarakat yang tergabung dalam 10 desa kabupaten Babar dan Bangka.

“Kita berharap PT. Timah dapat menghentikan operasi kip yang ada di wilayah teluk kelabat dalam. Karena ini akan berdampak buruk pada lingkungan dan dapat mematikan Per perekonomian nelayan dan masyarakat kita,”ujarnya.

Lanjut Wisnu, Senin lalu pihaknya baru saja melakukan rapat dengan PT. Timah di DPRD
Bangka Barat utuk menyampaikan aspirasi kami terkait pengoperasian kip.

“Dalam hasil rapat itu antara lain kita meminta Pt timah untuk melakukan sosialisasi terhadap 10 desa yang terdampak. Namun sekali lagi PT. Timah tidak pernah melakukan itu, Sehingga terjadilah pada hari ini orasi untuk penghentian kegiatan itu .namun kita bisa menantikan nya. Karena pihak pengawas KIP mengatakan akan menyampaikan ke pimpinan mereka. Kita berharap agar bapak gubernur dapat denga segera mencabut izin yg telah di keluarkan di tahun 2019. Apa bila keinginan nelayan di abaikan kita mengadakan demo Besar- besaran.”tandasnya.

Danpos Belinyu, bersama anggota nya, juga melakukan pengamanan KIP saat akan di serang oleh Nelayan. Foto: La Ode M. Murdani

Sementara itu Kabid Pengawasan KIP PT. Timah Tbk Ronanta Tarigan, ketika di konfirmasi Media ini, melalui Pesan WhatsApp terkait penolakan Nelayan terhadap KIP, mengatakan pihaknya berjalan susuai legalitas yang ada.

“Itu haknya mereka untuk menolak, tapi kita tetap operasi karena sudah ada legalitasnya,”ungkapnya.

Pantauan media ini, ratusan aparat gabungan dari Kepolisian Polda Babel berikut Jajaran serta TNI Angkatan Laut kelakukan pengamanan di sekitar operasinya KIP.  Tidak ada kejadian anarkis aksi damai berjalan lancar, hingga pukul 15.24 WIB Nelayan kembali, diketahui KIP yang beroperasi di wilayah Kelabat diantaranya, KIP Sriwijaya, Kip Tim Kim, KIP Indo Darma, KIP Dinasti 9, KIP Lamora dan KIP Dinasti 99.(TB)

No More Posts Available.

No more pages to load.