Penambang Selindung, Sebut Ada Koordinasi 15 Persen Ke Media Dan Oknum Anggota

oleh -528 views

Penulis: La Ode M. Murdani.

MENTOK – Puluhan sepeda motor terparkir di sekitar pinggir aliran sungai Dusun Selindung, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Minggu (7/1/24) sore.

Dikira piknik, ternyata kehadiran sepeda motor berbagai merk itu dikarenakan adanya aktivitas tambang Ilegal yang beroperasi di aliran sungai. Yang di duga merupakan kawasan Hutan Lindung (HL).

Puluhan sepeda motor yang terparkir di kawasan hutan lindung, Foto: La Ode M. Murdani. 

Pantauan Media ini saat berada dilokasi, terlihat kepulan asap dan suara mesin terdengar dari pesisir pantai selindung, tidak hanya itu beberapa pondok Camp termasuk dijadikan warung terlihat didirikan masyarakat di sekitar lokasi tersebut.

Kegiatan tambang yang berjumlah puluhan ponton itu, diduga di koordinir atau di koordinasikan oleh Topan Warga Kecamatan Mentok, Babar.

Andika (25) warga Pal 6, saat di temui Media ini, mengaku dirinya juga merupakan panitia dan di bawa perintah Haji Topan.

“Yang kordinasi Haji topan mereka pihak ke dua, untuk uang masuk saya tidak tau, karena kegiatan disini berubah rubah aturannya. Tapi yang jelas di timbangan di potong fie 15 persen,”kata Andika.

Kemana sebenarnya Fie 15 persen itu, sejumlah media langsung menemui Kadus Selindung, Desa Kayu putih, Sulaiman A.K, saat di konfirmasi, Sulaiman mengungkapkan bahwa perangkat desa tidak mau tau menahu akan aktivitas tambang itu.

“Aktivitas itu, kami menyuruh tidak kami melarang pun tidak, jadi kami cukup diam saja. Terus terkait pemotongan fie oleh panitia sebanyak 15 persen kami pun tidak tau itu, itu kan ilegal dan bekerja di dalam kawasan hutan lindung siapa yang berani mengizinkannya,”ungkapnya.

Sementara informasi yang juga berhasil dihimpun di lapangan bahwa fie 15 persen itu, diduga untuk sejumlah oknum Media dan oknum aparat.

“Kami pak kalau sudah habis cuci timah, Timah kami di potong 15% persen oleh panitia di tempat penimbangan terus kami di kenakan cantingan oleh panitia sebanyak 1kg. Nah 15 persen tadi itu informasi yang kami dapat sebagian untuk Media dan Aparat termasuk yang beking disini pak. Kalau media kami tidak tau media mana yang dapat,”ujar para penambang.

Topan yang diduga mengkoordinir kegiatan itu, seperti yang di sebut sebut para penambang, ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (7/1/24) pukul 16.38 wib.

Sampai Senin (8/1/24) dinihari Belum memberikan tanggapan, hingga berita ini diturunkan media ini akan terus menghubungi Topan untuk mendapatkan klarifikasi kebenaran terkait keterlibatannya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Ecky Widi Prawira S.ik, ketika di konfirmasi awak media, juga belum memberikan tanggapan berkaitan aktivitas tambang yang di duga merupakan kawasan hutan terlarang itu. (ARF)

No More Posts Available.

No more pages to load.