Kasus Pernikahan Sesama Jenis, Begini Pengakuan Mempelai Wanita Yang Ternyata Juga Pria

oleh -226 views
pengakuan mempelai wanita saat diwawancara oleh seorang pria di kediaman mempelai laki laki, Foto: Ist/ La Ode M. Murdani.

TINTABERITABABEL.COM, HALSEL — Sepintar pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga. Kata pepeta itu pantas disematkan kepada Ns (25) warga Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Kasus pernikahan sesama jenis yang menjadi perbincangan publik di wilayah Indonesia Timur itu. Sempat menjadi viral di media sosial dan menimbulkan informaasi simpang siur, namun terakhir. Kembali viral dua video pengakuan Ns.

Dalam Video yang beredar pertama dengan berdurasi 24 detik, NS mengaku bahwa dirinya Benar – benar seorang pria.

“Assalamuaikum wr, Wb. Saya selaku yang membuaat kehobohan dan viral kemarin saya memohon maaf sebesar besarnya, bahwa saya sebenarnya adalah laki laki,”kata NS.

Selain durasi 24 detik, Tintaberitababel.com juga berhasil mendapatkan video yang sama dengan tempat yang berbeda, diduga di ruang penyidik Reskrim Kepolisian setempat.

Video yang berdurasi 1,33 detik itu, seorang yang diduga anggota Kepolisian menanyakan kepada Ns. Bagaimana bisa Ns ketahuan kalau Ia laki laki, Ns menjawab berawal ketika dirinya diperiksa oleh bidan setempat .

“Karena waktu itu, semua orang bilang kalau saya tidak memiliki payudara, jadi sdisitulah timbullah kecurigaan dan akhirnya diberitaukan lah kepada keluarga dan disitu saya disuruh untuk memeriksa nya di bidan dan dibuka baru ketahuan kalau saya juga pria,”ucapnya.

Saat ditanuyakan polisi apa tanggapan suaminya, ketika mengetahui kebenaran kalau Ia Ns ternyata laki laki, dikatakan Ns dirinya langsung dipukul namun ada juga pembelaan karena sang suami ingat kebaikan nya salam Ns mengurusny.

Dilansir berita sebelumya media Indotimur, menanggapi informasi yang beredar di media sosial, Pemerintah Daerah Halsel bersama pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Pemerintahan Desa Sekli langsung menggelar pertemuan.Dalam pertemuan yang dihadiri unsur Pemerintah dan Kemenag Halsel, disepakati sejumlah poin diantaranya :

Setelah melakukan konfirmasi dengan berbagai pihak seperti, Hasil konfirmasi dengan kepala KUA kecamatan Gane Barat Selatan menyatakan bhw perkawinan tersebut adalah perkawinan SAH antara laki2 dan Wanita.

Hasil koordinasi dengan Kepala Desa Sekli (Rekaman terlampir) menyatakan bhw informasi tsb adalah fintah. Hasil pemeriksaan kelamin dan dokumen berupa akte kelahiran dan Ijazah yg di lakukan oleh  adik dari pasangan laki2 menyatakan bhw istri kakaknya adalah benar2 wanita

“Dengan demikian dapat kami simpulkan bahwa informasi yang Viral tersebut adalah tidak benar karena perkawinan tersebut adalah resmi dan sah antara laki-laki dan wanita yang dilakukan oleh pihak KUA Kecamatan Gane Barat Selatan (bukan perkawinan sejenis antara laki-laki dengan laki-laki) Demikian hasil rapat yang dapat kami laporkan ke bapak. Terima kasih,wassalam.” demikian isi klarifikasi yang beredar dan diterima redaksi Indotimur.

Sayangnya, klarifikasi tersebut kemudian dibantah petugas kesehatan dalam hal ini, bidan Desa Sekli Gusri Yulpi Palondongan.

Dalam keterangan yang diterima dari Bidan Desa menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan Bidan Desa yang didampingi lima keluarga dari pihak laki-laki di Sekli dapat disimpulkan, bahwa benar telah terjadi perkawinan antara laki-laki dengan laki-laki.

Hal ini berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan oleh Bidan Desa. Bahkan dari hasil percakapan dengan mempelai laki-laki, diketahui bahwa setiap akan melakukan hubungan, sang istri tidak pernah mau menyalakan lampu.

Kepala Desa Sekly, Malik, melalui rilisnya, mengakui pasangan pengantin yang menikah di Desa Sekly pada Kamis (16/05/2024) kemarin, adalah sesama jenis.

Pengantin perempuan yang diduga berasal dari Halmahera Tengah (Halteng) itu ternyata ketika dikroscek berjenis kelamin laki-laki.

Kades mengaku, kasus ini terbongkar setelah siang tadi pihaknya menginstruksikan kepada sejumlah istri aparat desa dan seorang Bidan Desa untuk mengecek status mempelai perempuan dan ketika dikroscek ternyata yang bersangkutan adalah laki-laki.

“Melalui ibu-ibu aparat desa bersama Bidan Desa mengambil langkah mendatangi mempelai perempuan untuk dikroscek, apakah yang bersangkutan benar berjenis kelamin perempuan atau laki-laki, tapi ketika dicek ternyata dia laki-laki,” terang Kepala Desa Sekly.

Lanjut Kades, kondisi ini juga diperkuat dengan pernyataan keluarga mempelai perempuan di Halteng melalui sambungan telpon membenarkan, bahwa yang bersangkutan adalah laki-laki yang berprofesi sebagai waria.

“Dari keterangan keluarga di Halteng juga membenarkan kalau yang bersangkutan adalah mantan siswanya saat masih di SMA dan sekarang orangtuanya dalam perjalanan menuju Sekly.” ucap Kades.

Untuk menghindari amukan warga dan keluarga, pihaknya kini sudah mengarahkan sejumlah aparat keamanan dari Linmas dan kepolisian yang dipimpin Danpos.

“Situasi saat ini di Sekly sudah dijaga aparat Linmas dan Kepolisian, langkah itu untuk menghindari amukan warga.” tutup Kades.

Sementara itu, Kepala Kemenang Halsel, Lasemgka, saat dikonfirmasi, enggan merespon telpon wartawan hingga berita ini dipublish.(iel/tb/ tintaberitababel.com/La Ode M. Murdani)

No More Posts Available.

No more pages to load.