TINTABERITABABEL, MENTOK — Bukan menjadi rahasia umum lagi, bagi masyarakat saat melihat secara langsung para pelaku sindikat penyelewengan atau mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Bangka Barat (Babar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang berlangsung sejak lama ini.
Aktivitas pencurian bbm yang disponsori puluhan orang pengusaha di Kabupaten Bangka Barat, Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, sudah berlangsung cukup lama. Bahkan mobil industri berbadan hukum PT menjadi topeng para mafia untuk melancarkan usaha tersebut.
Mirisnya lagi, diduga Nakhoda – ABK Kapal Tanker – Takboat dan oknum oknum yang memiliki kewenangan di perairan kabupaten Bangka Barat di indikasikan ada persengkongkolan kerjasama.
Seperti yang terjadi Rabu (27/3/24) malam pukul 02.00 WIB. terpantau sampai pukul 06.20 WIB dua unit Kapal bermuatan kurang lebih 30 ton, bbm sedang melakukan bongkar muat belum diketahui kegiatan itu milik siapa.
Namun sukri (32) warga tanjung kalian saat di temui sedang memancing 50 meter dari posisi bongkar muat, mengatakan aktivitas bbm tersebut ia katakan sudah tak heran lagi.
“Biasa di samping dermaga limbung samping Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) kadang juga disini,” kata Sukri.

Menurut Sukri, kegiatan ilegal ini belum pernah di tangkap polisi meski secara terang terangan bongkar muat.
“Kami hampir 3 bulan mancing disini belum ada saya lihat mereka ini bongkat bbm sampai di tangkap apa polisi tidak tau atau bagaimana,” ungkap Sukri.
Pantauan Tinta Babel saat di lapangan, kegiatan pencurian bbm menggunakan kapal kapasitas 15 sampai 20 ton ini dilakukan per dua malam sekali. Bahkan terpantau ada tiga tempat bongkar bbm tersebut.

Ketiga tempat itu yakni, Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Limbung samping SPBN dan di depan Mercusuar Tanjung Kalian, Kecamatan Mentok, Bangka Barat.





