Hari Ini Tambang Selindung Mentok Kembali Beroperasi

oleh -219 views

OB: Sekarang Yang Urus Oknum Anggota. 

Penulis: La Ode M. Murdani.

MENTOK — Hari ini Aktivitas Tambang Ilegal di kawasan Hutan Lindung (HL) Mangrove Daerah Aliran Sungai (DAS) Selindung, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar) dikabarkan kembali beroprasi, Selasa (30/1/24) Pagi.

Kegiatan yang pernah di Razia oleh Tim Gabungan (Timgab) dari Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres, TNI Angkatan Laut Posmat Lanal Babel dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Babar, sempat berhenti. Namun kegiatan illegal tersebut kini dikabarkan kembali beroperasi.

OB (49) warga Selindung, saat di konfirmasi, Selasa (30/1) Pagi, meminta namanya di Inisialkan, mengatakan ponton yang sempat di razia tim gabungan, Selasa (16/1/24) Lalu kini kembali ke DAS dan siap beroperasi.

“Sudah datang poton kemarin sakan pun sudah di rakit juga siap bekerja orang hari ini,”kata OB.

Menurut OB, Panitia Tambang Daerah Aliran Sungai (DAS) Selindung, berubah bukan orang tempoh hari. hanya saja ada oknum anggota yang mengatur semuanya agar lebih aman dan terkodonir dengan rapi.

“Bukan yang kemarin lagi yang kerja, Pak Wartawan cek lah kesana hari ini mereka kerja anggota yang urusnya,” ucapnya.

Sementara Kasat Polairud Polres Bangka Iptu Yudi Lasmono, masih diupayakan untuk dikonfirmasi terkait kegiatan aktivitas tambang Ilegal hari ini.

Diberitakan Sebelumnya

Tim Gabungan Polres Babar, TNI Angkatan Laut dan Satpol PP Kabupaten Bangka Barat Saat melaksanakan Razia, Foto: La Ode M. Murdani/ist

Timgab yang dipimpin langsung Kasat Polair Polres Bangka Barat IPTU Yudi Lasmono berikut Satpol PP dan TNI AL menemukan sebanyak 30 alat ponton penambang masih berdiri tegak dilokasi namun tidak para pelakunya memilih kabur sebelum timgab tiba.

Kasat Polair Polres Bangka Barat IPTU Yudi Lasmono, kepada Tinta Babel, Selasa (9/1/24) mengatakan pihaknya sudah turun dan gabungan bersama TNI AL dan Satpolpp.

“Kemarin ketika hujan lebat kita sudah turun tapi penambangnya sudah kabur semua dan masih tersisa alat tambang, kemarin kami sudah himbau itu dan hari ini kami giat lagi,”kata Yudi.

Dikatakan Yudu, Sekira pukul 15.30 WIB personil gabungan tiba di lokasi dan dilanjutkan melaksanakan himbauan kepada para penambang/masyarakat yang berada di lokasi, dalam hal tersebut disampaikan kepada para penambang sebagai berikut,

Wilayah yang dilakukan aktivitas penambangan dijelaskan Yudi kepada Masyarakat merupakan kawasan Daerah aliran sungai (DAS), yang memang kawasan terlarang untuk dilakukan penambangan dimana dapat berdampak buruk terhadap lingkungan serta bencana alam yang berpotensi terjadi selama musim peralihan ini, salah satunya tanah longsor dan banjir.

“Jadi himbau kami Kepada para penambang agar segera menghentikan aktivitas penambangan untuk YANG TERAKHIR dan tidak boleh lagi ada aktivitas jenis apapun, untuk para penambang segera mengemas peralatan tambang serta segera mengosongkan lokasi tersebut sampai sore kemarin.

Lanjut Yudi, pihaknya akan menindak lanjuti itu sesuai prosedur dan tidak boleh lagi yang ada beraktivitas disitu.

“Tidak boleh lagi yang beraktivitas disitu dan kita tindak sesuai prosedur kemudian terkait nama nama yang muncul di berita media kemarin akan kita dalami.”pungkasnya. (ARF) ​

No More Posts Available.

No more pages to load.