Dijerat UU Minerba dan Dilimpahkan ke Kejari Bangka, Status Amuk Perot Hanya Tahanan Rumah

oleh -4 views
Tim gabungan saat melakukan penertiban di TKP berapa waktu lalu.

TINTABERITABABEL.COM, BANGKA — Masih ingat dengan kasus Amuk Perot yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Bangka, pada Sabtu (28/8/2021) lalu.

Perkembangan terbaru yang berhasil dihimpun media ini, kasus Amuk ini telah dilimpahkan dari penyidik Polres Bangka, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka, dan sudah masuk tahap II. Tinggal menunggu pelimpahan ke pengadilan.

Demikian disampaikan langsung oleh Kasipidum Kejari Bangka, Nendri kepada awak media, Senin (01/11/2021) diruang kerjanya.

Menurut Nendri, ada dua pasal yang disangkakan penyidik terhadap tersangka Amuk, namun ada satu berkas yang sudah dikembalikan ke penyidik, yakni pasal penggelapan.

“Saat ini pemberkasan sudah tahap dua. Untuk pasal ada dua yang berikan oleh penyidik terhadap Amuk, yaitu undang-undang minerba dan penggelapan. Cuma saat ini berkas pasal penggelapan kita kembalikan karena belum lengkap dan masih P19,” kata Nendri.

Lanjut Nendri, Amuk menjadi tersangka tunggal dalam perkara tersebut. Namun, dalam Berita Acara pemeriksaan (BAP), penyidik hanya menerapkan undang undang minerba.

Sedangkan untuk barang bukti yang ada di berkas hanya satu unit alat berat. Padahal sebelumnya, terdapat 3 alat berat di lokasi tambang Amuk, dan sempat di berikan garis polisi (Police Line) oleh Sat Reskrim Polres Bangka.

“Dalam BAP tidak dijelaslan bahwa itu kawasan hutan, berarti cuma undang-undang minerba saja yang diterapkan. Untuk Amuk sendiri merupakan tersangka tunggal, dari berkas yang kami terima pun untuk BB hanya 1 unit alat berat. Selain itu, BAP dari saksi ahli juga belum dimasukin. Nanti jika sudah lengkap, akan segera kita limpahkan ke pengadilan,” terangnya.

Kendati berkas perkaranya telah tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti), kata Nendri, Amuk Perut tidak ditahan karena sebelumnya penyidik Sat Reskrim Polres Bangka, menetapkan Amuk berstatus tahanan rumah.

“Dikarenakan dari penyidik kemarin statusnya sudah dibuat tahanan rumah, jadi kami tinggal melanjutkan saja,” ungkap Nendri.

Diketahui sebelumnya, pada Selasa (24/8/2021) lalu, Amuk ditangkap oleh Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Bangka, lantaran menjarah wilayah konsesi milik PT Timah tanpa izin yang berlokasi di Dusun Bedukang, Desa Daniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka.

Kapolres, AKBP Widi Haryawan melalui
Kasatreskrim Polres Bangka, AKP Ayu Kusuma Ningrum saat itu mengatakan Amuk sudah dimasukkan ke dalam sel tahanan, sementara empat pekerjan lainnya hanya berstatus saksi.

Namun sayangnya, AKP Ayu belum mau menyebutkan siapa sebenarnya penampung pasir timah hasil penjarahan wilayah konsesi milik PT Timah.

“itukan hanya persepsi dari siapa penampung timah dari salah satu perusahaan peleburan timah (smelter) itu, kami Polres hanya menerima serahan dari PT Timah, sedangkan yang dilaporkan penampung timah itu siapa? Bahasa yang menampung itu siapa yang membuat? siapa yang berpersepsi,” jelas AKP Ayu.

AKP Ayu menjelaskan, kalau dari pertanyaan penyidik terhadap tersangka, ia menerangkan belum sempat jual, dan baru dua minggu berkerja dilokasi. Itu juga timah sebanyak 21 karung atau 789 kilogram itu baru dikumpulkan selama satu minggu.

Pihak Polres Bangka sendiri saat ini hanya mengelandang 1 unit excavator merk Hitachi warna orange dari lokasi IUP OP PT Timah yang dijarah oleh Amuk Perot, sementara dua unit alat berat lainnya masih dalam garis polisi di dalam hutan Deniang. Proses penyitaan dan evakuasi pihak penyidik sendiri sempat diwarnai aksi bersitegang antara wartawan yang liputan dengan beberapa orang pemilik tambang. (TB)

No More Posts Available.

No more pages to load.